Haii, Bunga…

Bunga

Bunga

Haii, Bunga…
Mekarlah dirimu bersama hangatnya mentari. Tapi ingatlah, mentari itu hanya sepenggal surat cinta dari-Nya…

Haii, Bunga…
Sungguh cantiknya dirimu yang berharap bisa hidup diantara keindahan surga-Nya…

Haii, Bunga…
Semoga kamu tidak merasa kehilangan sayap, yaitu tidak merasa kehilangan yang memang bukan takdirmu…

Haii, Bunga…
Maafkan aku yang tidak piawai membacakan surat cinta-Nya untukmu…

Haii, Bunga…
Sungguh indahnya dirimu yang mati-matian tak merayu sesiapa menuju murka-Nya, meski belum mampu mengajak ke ridlo-Nya…

Haii, Bunga…
Sungguh damainya melihat dirimu, yang diciptakan tidak seperti manusia yang suka membantah… (Al-kahfi 54)

Haii, Bunga…
Bisa jadi malaikat Penjaga Surga pun mencintaimu, jangan membuat cintanya ‘bertepuk sebelah tangan’…

Haii, Bunga…
Sungguh beruntunglah kamu yang tidak hanya dicintai manusia, tapi malaikat, hewan, tumbuhan bahkan tanahpun mencintaimu, padahal tanah tidak kenal kosmetik dan fashion…

Haii, Bunga…
Sungguh meskipun kamu punya banyak kesalahan, tapi bisa jadi bidadari di surga pun cemburu padamu…

Haii, Bunga…
Janganlah gembira dengan pujianku akan keindahanmu, sedangkan hatiku lalai dari-Nya…

Haii, Bunga…
Tahukah dirimu, bahwa penduduk surga kelak ketika hidup di dunia mereka juga kentut, ngupil, bau keringat, go kill. Tapi mereka tahu benar ‘penggaris’ apa yang pantas mengukur kebaikan dan keburukan, ‘penggaris’ apa yang bisa diterima di dunia dan di akhirat…

Haii, Bunga…
Kalau kamu memang mencintainya, apa yang akan kamu persembahkan kepada lelaki gagah itu, lelaki yang selalu kamu panggil AYAH??!!

Haii, Bunga…
Maafkan aku yang gak mengerti arti cinta dan suka. Cuma berharap cinta itu menuju ridlo-Nya, bukan yang membuat para iblis senyum tertawa…

Haii, Bunga…
Aku tahu betapa banyak pemujamu, apakah hal itu karena namamu banyak terpampang di Bank??!! (Wadeziingg *@#&@$^@!)

Haii, Bunga…
Bukti bahwa kecantikanmu itu membawa berkah adalah senyum merekah mewarnai wajah para makhluk ‘Arsy ketika memandangimu…

Haii, Bunga…
Kau mengharapkan ku seromantis Arjuna Mencari Cinta, atau lelaki biasa Merindu Surga??

Haii, Bunga…
Bagiku sebenar kekurangan manusia adalah segala hal yang akan membawa masalah ketika kita berada di ‘bawah tanah’. Dan bagaimana bagimu??

Haii, Bunga…
Penguasa alam semesta menyuruhku untuk membuatmu bahagia. Ajari aku bagaimana caranya??

Haii, Bunga…
Aku iri kepada mereka, para lelaki yang di siangnya seperti singa di rimba, memerah keringat mencurah tenaga. Dan di malamnya bak rahib merintis sayu, dihiris dosa air mata. Hanya kepada Penguasa alam semesta mereka berserah…

Haii, Bunga…
Mungkin dirimu menangis melihat bayi busung lapar kekurangan gizi, tapi aku stress melihat para manusia yang kekurangan ‘gizi’. Paranoid, jika aku juga seperti mereka. Kekurangan ‘gizi’ tidak akan mati, mungkin cuma bisa jadi ‘zombie’…

Haii, Bunga…
Sungguh surga itu indah, tapi malaikat pun akan berduka tanpa kehadiranmu di sana…

Haii, Bunga…
Bukti cintaku padamu adalah berusaha semampuku untuk TIDAK mengajakmu menuju ‘rumah masa depan’ yang kelak dihuni pasangan sejati, pasangan sehidup semati, pasangan dunia akhirat, pasangan yang bernama Abu dan Ummu Lahb…

Haii, Bunga…
Semoga dirimu mendapat pendamping yang membawa berkah, tak tahu itu aku atau lelaki lain…

Haii, Bunga…
Aku gak peduli belum atau sudah cinta, aku berharap ada sepercik kehangatan dalam hati kita… *ambil kompor, ambil setrika, ambil heater – buat api unggun*😛

Haii, Bunga…
Mati, kondisi abstrak yang paling setia menunggumu, dan tidak pernah ingkar janji…

Haii, Bunga…
Semoga kita bukan yang termasuk sok kuat terhadap maksiat, sehingga kita berani mendekatinya. Dan bukan pula yang sok lemah dalam beribadah, sehingga kita putus asa tidak melakukannya. Kuat dan Mampu, keduanya milik Penguasa Alam Semesta. Adakah kata yang pantas, selain tunduk dan patuh pada perintah-Nya???

Haii, Bunga…
Kamu bilang cinta, berarti harus tau apa yang Dia suka…

Haii, Bunga…
Melihatmu aja malaikat bisa terkena sphenopalatine ganglioneuralgia, meskipun kamu bukan sebatang es krim…

Haii, Bunga…
Semoga telingamu tidak tuli, tidak tuli terhadap kebenaran, kebanaran bahwa surga itu sangat indah, ya…. sangat indah…

Haii, Bunga…
Kamu dengan jilbamu terlihat anggun, bukan karena warna, bukan karena harga berapa, bukan karena merek apa, bukan karena beli dimana, tapi karena patuhmu pada orang tua itu yang membuatku klepek-klepek, logikaku ambyar berserakan… tapi aku suka…

Haii, Bunga…
Bisa jadi, aku seperti dirimu. Jatuh bangun mengejar cinta-Nya…

Haii, Bunga…
Kau lihat seorang Ayah yang menuju senja itu. Sungguh beruntung dia, mungkin amalnya tak seberapa. Tapi derajatnya melangit karena kepatuhan anak gadis yang dia punya…

Haii, Bunga…
Janganlah malu bertanya, sehingga dirimu tersesat dalam mencari surga-Nya…

Haii, Bunga…
Apa kabarmu??

Haii, Bunga…
Bukankah mempersiapkan kematian yang indah, lebih sulit daripada merencanakan kehidupan yang renyah??!!

Haii, Bunga…
Menyampaikan rasa benci itu lebih mudah, daripada mengungkapkan rasa cinta…

Haii, Bunga…
Siapa yang merindu surga, bukan berarti dia mengharamkan tawa. Jika takut tertawa, mungkin dia yang tak tahu kebesaran Tuhannya…

Haii, Bunga…
Aku gak peduli kamu bisa ini itu, atau malah tidak bisa ini itu. Tapi satu hal, jangan melupakan Penguasa Alam Semesta yang telah membuat wajahmu cantik…

Haii, Bunga…
Aku banyak belajar darimu…

Haii, Bunga…
Penguasa alam semesta pun tahu, bahwa kamu bukan SuperWoman yang serba bisa dan serba sempurna. Tapi dengan segala kekuranganmu, kamu tahukan bagaimana membuat Malaikat jatuh cinta dihadapanmu?? klepek-klepek setengah mati …

Haii, Bunga…
Aku gak mau kamu menjadi seorang Jasmine. Karena aku gak mau jadi Alladdin mu…
(A Whole New World)😛

Haii, Bunga…
Bisa jadi aku terlihat penakut dihadapanmu. Aku gak peduli. Kenyatannya memang seperti itu, aku memang takut dengan malaikat di sisi kirimu itu…

Haii, Bunga…
Salahkan lidah jika gula tak berasa manis, salahkan hati jika Qur`an tak berasa romantis…

[sebuah coretan seperti risalah Bahisyah Badiyah 1337H kepada kekasihnya Sayyidah Balsam, padahal tak lain sebuah risalah untuk dirinya sendiri]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s