Apa yang terfikir jika thawaf dengan mata tertutup??

Sudah lumrah ketika para jamaah umroh menggandeng erat seorang pembimbing dalam ibadah thawaf. Takut terpisah, takut tidak bisa balik ke hotel, takut thawafnya tidak sempurna.

Tapi saya jadi ‘mengkeret’, ketika mendengar cerita seorang jamaah yang cukup menempelkan tangan di punggung pembimbing, padahal jamaah ini adalah seorang ibu yang (maaf) tuna netra. Tawakkalnya begitu besar, percaya atas perlindungan dari Allah itu begitu dekat.

Salah satu fenomena lain, sang ibu tuna netra ini memasuki masjidil haram. Disambut dengan pelukan penjaga pintu khusus wanita, yang biasanya menggunakan burqa full face. Dipeluk juga oleh beberapa jamaah dari berbagai negara. Sambil mengucap… “Ya… ahla-l-jannah, Ya… ahla-l-jannah”

Setelah digali mendalam oleh pembimbing, ternyata salah satu amalan kuat yang dipunyai sang ibu tunanetra ini adalah, dengan segala keterbatasannya beliau mengabdi kepada suaminya dengan sepenuh hati.

Dan kemudian melihat pada diri sendiri: “Aku mah afa atuuh”😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s