Pancasilaisme vs Atheisme

Kadang logikaku masih gak bisa nerima kenyataan yang ada. Sebagian besar penghuni negara ini mengaku ber-Pancasila. Tapi koq males-malesan ngeluarin zakat, ogah-ogahan ke gereja, gak kepikiran menghidupkan pura dan lain sebagainya. Alias gak mau ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sama hal nya logikaku gak nerima kenyataan bahwa orang atheis di negeri beruang merah sana, tidak mengakui adanya Tuhan, tapi jika meninggal ingin dimakamkan secara katolik ortodhok.

Gak usah jauh lah, di satu tempat kota kembang ini ada seorang wanita paruh baya datang ke seorang ustadz.

“Ustadz, tolong datang ke tempat kami. Untuk memimpin tahlilan. Semoga tempat usaha kami bisa lancar, laris, dan banyak rizki”, pinta sang wanita.

“Hmmm… Ya, Bu. InsyaAllah saya bisa datang”, jawab sang ustadz dengan pikir agak panjang dan ragu. Karena ustadz tahu bahwa wanita itu adalah seorang mucikari. Dan usaha wanita itu dalah ‘jualan wanita’. (WADEZIIINNGGGGGG)

Semoga kita diberi petunjuk kebenaran, dan diberi kemampuan melaksanan kebaikan itu.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s