Dipanggil oleh Tuhan

Istilah dipanggil oleh Tuhan (bc: Allah SWT), lebih dominan diartikan sebagai mati. Memang wajar diartikan seperti itu, karena dunia tempat persinggahan menuju kampung halaman abadi, akhirat. Tapi sebenarnya banyak sekali arti yang tersembunyai dari kalimat “Dipanggil oleh Tuhan”. Tidak hanya berarti “Wahai manusia, kembalilah kamu ke dalam bentuk tanah!”, bisa jadi terjemahan bebas yang lain adalah…

*man = manusia.

“Hai… man, sini!. Waktunya Aku beri jasad. Peliharalah secara baik!”

“Hai… man, sini!. Aku beri uang nih, jadi modal kamu untuk belajar dan menebar ilmu”

“Hai… man, sini!. Waktunya kamu sholat”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu harta, sehingga bisa membantu sesama”

“Hai… man, sini!. Thawaf, Sa’i dan berwukuflah, seperti mereka yang sedang berhaji”

“Hai… man, sini!. Aku beri tempat sampah, jangan kotori dunia ini!”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu gadis cantik sebagai istri, jagalah dia, bantulah dia dalam beribadah kepadaku, dan bimbinglah agar mencintai-Ku”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu badan yang kuat, agar bisa memakmurkan dunia”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu baju, agar tertutup gagahnya badanmu”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu wajah ganteng, agar istrimu bersyukur”

“Hai… man, sini!. Aku kasih makanan, agar hak jasadmu terpenuhi”

“Hai… man, sini!. Aku beri kamu keturunan, didiklah mereka agar menjadi makhluk yang patuh kepada-Ku”

“Hai… man, sini!. Berpetualanglah dimuka bumi sesukamu, dan carilah rizki yang halal!”

“Hai… man, sini!. Sudah waktunya kamu pulang ke hadapan-Ku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s