Antara Imam dan Makmum

Sedikit ‘memutilasi’ fikiran tentang berjamaah terutama sholat, dan yang saya dapat adalah

Imam itu harus memimpin makmum
Imam itu harus tahu dan faham akan gerakan yang harus dilakukan dan yang tidak
Imam itu harus bersuara keras (komunikasi yang tersampaikan)
Imam itu harus bersuara merdu (komunikasi yang nyaman)
Imam itu harus tahu kondisi makmum, gak boleh memaksakan ayat yang panjang jika makmumnya tua
Imam itu harus bersedia diperingatkan jika salah

Makmum itu harus mengikuti imam
Makmum itu harus tahu gerakan yang harus dilakukan dan yang tidak, agar tidak taklid, juga bisa mengislah jika imam melakukan kesalahan
Makmum harus berusaha mendegarkan suara imam, gak ribut sendiri
Makmum harus mendengarkan dan menghayati suara imam, jika imam lupa ayat makmum bisa mengislah
Makmum gak boleh ‘kemrungsung’ jika dibacakan ayat yang panjang, toh kalo gak mampu berdiri bisa sholat sambil duduk
Makmum harus mengingatkan imam yang salah, gak boleh ada ‘canggung’, karena bersama-sama menghadap Allah SWT

Mungkin masih banyak yang belum saya sadari…

Point diatas mungkin berlaku juga dalam kehidupan berkeluarga. Allahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s