Pilihan Motivasi untuk sebuah Semangat

Fase tugas akhir sudah lama, alias mendekati deadline. Fase umur dah pada posisinya untuk bergerak untuk menikah dan mencari nafkah meskipun kewajiban ‘sekolah’ tetap diniatkan untuk ibadah. Taklif sebagai laki-laki mukmin semakin besar. Tidak bisa sembarangkan melangkah. Jangankan melangkah, merancang strategi bahkan pasang niat pun harus ekstra hati-hati.

Bukan berarti kebanyakan teori, tapi kenyataannya motivasi sebagai bahan bakar semangat pun banyak yang tidak haqiqi. Terlalu banyak teori motivasi yang beredar disekitar kita seolah-olah ‘baik’ ternyata menjadi pembeda antara surga dan neraka. Bak ilmu Ekonomi Islam pun dah ‘punah’, sulit ditemukan di negara-negara yang notabene penduduknya penganut Islam. Begitu pula dengan ilmu motivasi. Para ulama yang menyerukan Iman dan Islam sebagai satu-satunya motivasi sudah tidak ada. Buku-buku dan kajiannya pun sulit bahkan tidak bisa ditemukan. Pada masa sekarang ayat-ayat al-qur`an dan hadits bahkan atsar tak luput dari ilmu ‘gotak-gatik-gatuk’ dalam pembenaran ajaran pagan atau agama lain.

Contoh sederhana adalah teori ‘percaya diri’ dan ‘visualisasi dalam fikiran’ sebegitu hebatnya, sehingga sirna betul sifat qudratullah atau Tuhan pun gak bisa mengaplikasikan kehendak-Nya. Dalil “Allah sesuai persangkaan hambanya” pun jadi amunisi empuk dalam pembenaran ajaran tersebut. Pahitnya, pemahaman ini banyak diserukan oleh orang-orang yang dicap ustadz, kyai, ikhwan, akhwat.

Saya sendiri juga kebingungan dalam hal ini, satu sisi pengen mendapat motivasi (pasang niat) yang benar, sisi lain KETIDAK TAHUAN saya dalam keimanan kepada rububiyyah, uluhiyyah, mulkiyyah, asma wa sifat dan keimanan kepada Qadla Qodar baik buruknya mengharuskan menjaga hati lebih extraordinary.

Pernah berlinang air mata ketika membaca doa-doa yang sering diucapkan oleh para sahabat, para khulafaurrasyidiin. Dari doa tersebut tergambar jelas sungguh cantiknya iman mereka terhadap Allah SWT dan Qadla Qodar baik buruknya.

Banyak sekali hal yang menjadikan hati gelisah, dari hadist arbai’n nawawi yang pertama, menjelaskan pentingnya niat dan beratnya pasang niat. Ibadah karena lillah atau karena mar’ah (perempuan). Hadits tentang seorang dianggap syahid ternyata masuk neraka, tak lain karena salah niat. INGAT SALAH NIAT!!! alias salah motivasi. Dzohirnya semangat, tapi batinnya salah niat.

Allahu A’lam

6 thoughts on “Pilihan Motivasi untuk sebuah Semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s