Cuaca Pagi Ini

Cerah, hangat dan sejuk menghiasi langit bumi Parahyangan. Gak ada sedikitpun alasan untuk diam dan tak bergerak. Semua hal sangat mendukung. Makanya  hari ini berangkat ke kampus pagi sekali.

Oke, that’s all outside, but bagaimana dalam hati?

Hmm… memang curhat, dan gak tau harus bagaimana. Ketika hati dah redup, semua petunjuk dari-Nya pun terasa gak jelas. Akhirnya mengambil tindakan yang gak jelas pula.

Bukan masalah hidup atau mati. Bukan masalah kuliah atau gak kuliah. Bukan masalah makan apa hari ini. Bukan masalah sakit atau sehat. Bukan masalah ingin baca buku apa. Bukan masalah gak bisa jalan-jalan. Bukan masalah cita-cita.

Tapi ini masalah hati yang ‘remuk’ terlalu memikirkan dan ketakutan atas murka Allah, pengennya istiqamah untuk mardhatillah. Tapi gak semulus yang dikira, bahkan hati ini dah tercobak-cabik dengan hal yang mengundang murka Allah.

Seperti makan buah simalakama. Maju kena murka, mundur juga kena murka. Akhirnya harus berdiri di tengah untuk sampai waktu yang gak jelas. Remuknya hati karena gak tahan berdiri, sehingga goyang ke depan atau ke belakang.

Ya begitulah, bahkan malaikatpun bisa tumbang ketika diberi ‘taklif’/beban sebagai manusia.

Allahu A’lam, Allahu-l-musta’an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s