Status “Curhat”

Banyak sekali status, tweet, broadcast dan sebangsanya itu yang isinya rekomendasi bahwa curhat itu harus kepada Allah SWT, jangan di sosmed bahkan lebih ekstrim jangan curhat sama manusia. Hmm… mungkin beberapa orang punya perspektif lain, sehingga punya pendapat seperti itu.

Saya juga masih ragu dengan perspektif saya. Yaitu curhat itu harus kepada Allah SWT, meluapkan berbagai beban hati fikiran kepada Yang Maha Kuasa. Bisa ketika sholat malam, atau ketika dhuha, atau mungkin ketika jalan kaki menuju kampus. Setiap waktu juga bisa.

Tapi curhat kepada manusia itu juga perlu, karena tabi’at manusia itu ingin bersosial, ingin punya teman yang sama (dari kalangan manusia). Konteksnya adalah sebuah ikhtiar mencari solusi. Solusi itu tentu dari Allah, yang bisa jadi melalui perantara mulut teman curhat. Yang mungkin melalui perantara komentar atau respon di sosmed (meskipun kemungkinan yang ini kecil).

Tentunya beda CURHAT dengan MENGELUH -_-

Allahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s