Angkot Sembarangan

Bandung yang populasi kendaraanya meningkat tajam, hal ini berakibat jalan semakin mudah macet. Apalagi ditambah pengguna jalan yang tidak patuh rambu-rambu lalulintas. Salah satu yang mencolok adalah angkot. Angkot ini sudah terbukti dan banyak fakta yang menunjukkan bahwa sering berhenti di area terlarang. Efeknya adalah jalan menjadi macet cet cet cet cet …. Bahkan saya pernah gak naik angkot, pilih jalan kaki ke kampus yang jaraknya 2 km, gara-gara jalan macet dari depan komplek perumahan sampai kampus. Yesss…. olah raga, meskipun jadi tidur di ruang kuliah. wkwkwkwk…

Bukan berarti saya mengkambinghitamkan angkot sebagi biang kemacetan. Ingat pepatah “Ada Gula Ada Semut”?, kalo ingat semoga Anda bukan gula dan bukan semut. Ketika ada penumpang di area tertentu, mau gak mau angkot yang akan mengerubungi. Begitu pula angkot yang ‘tidak berperasaan’ akhirnya tergoda untuk mengambil ‘gula’ diarea terlarang.

Alangkah bijaknya, terutama bagi penumpang untuk tidak naik atau turun di area terlarang. Dan alangkah mulianya, para supir angkot yang tidak mudah tergoda oleh kumpulan penumpang di area terlarang, meskipun mereka harus mengejar setoran.

Saya pribadi masih sering menjadi ‘gula’, alias penumpang yang pengen naik dan turun di area terlarang. Semoga saya bisa lebih bijak. (Maksud lain: gak pengen jadi sopir angkot, cukup jadi penumpang sajahhh.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s