Alergi Skin Test

Berawal dari rasa gatal yang sporadis di berbagai tempat. Dari tangan, kaki, sampe kepala. Dan mulai terasa meningkat sejak tiga bulan sebelum lebaran kemaren (1434 H). Daripada infeksi, akhirnya saya pakai bedak Herocin dewasa. Berjalan sekitar 1 bulan, rasa gatal masih ada tetapi minimal tidak ada luka infeksi. Heheheh… maklumlah jadi gitaris waktu sadar ataupun tidur.

Sebenarnya ketika SMP ada history alergi berbagai protein, dari telor, kecambah, ayam, ikan dan sebangsanya. Meskipun cuma makan kuah berisi telor, efeknya muncul gatal di berbagai tempat. Yang paling sensitif adalah ikan gerih (ikan tongkol yang dibungkus besek/anyaman bambu). Dari berbagai percobaan, akhirnya saya minta ke Ibu untuk dimasakkan ikan gerih sebanyak-banyaknya, kemudian setelah makan, bagian yang gatal diolesi salep tapi lupa apa nama salepnya. Dengan cara tersebut, akhirnya sensitifitas terhadap alergen menurun tajam. Akhirnya, bisa makan apapun dengan bebas. Masalah gatal urusan belakangan.😛

Nah yang sekarang, kebingungan apa alergennya. Awal puasa 1434, saya pulang kerumah. Dan gak tau gimana, setelah lebaran berkurang banyak gatalnya. Apa gara-gara kangen pecel, akhirnya gatal? wkwkwk… *ngawurisasi*. Melihat kondisi tersebut, Ibu memaksa saya tuk periksa ke dokter. Saya-nya yang ogah-ogahan. HEhehehe… sampe Ibu nganter ke dokter umum. Setelah di dalam, bla bla bla…. “Mungkin stress mas, saya dulu ketika ngerjakan skripsi juga kayak gitu” kata dokter. “Sekarang saya lagi nggak ngerjakan skripsi, cuma tesis aja” sahutku. “Halah, podo wae mas”.

Sebulan kemudian setelah kembali ke Bandung, saya coba tes kulit untuk alergi. Nyari informasi sana sini, akhirnya saya putuskan di RS Hasan Sadikin. Setelah mutar-muter di RS, yang gak jelas prosedur dan lokasi gedung disana sini. Akhirnya, mendaftar juga di bagian rawat jalan, cuma bayar 25 ribu. Kemudian menuju poli imunologi (atau apalah lupa juga namanya) tapi nyasar dulu di THT.

Setelah mendaftar di Poli, akhirnya dipanggil juga ke ruang periksa. Saya kira alergi, ternyata dari keterangan dokter kulit (mahasiswa spesialis) itu adalah eksim. Ah.. gak taulah, yang penting saya kesini pengen tes alergi kulit aja. Dan tak lama kemudian pindah ruang dan ganti dokter pula.

Setelah ketemu dokter yang kedua, dan menceritakan kondisi dan tujuan kesitu. Akhirnya masuklah tahap tes skin prick. Harganya 200 ribu. Lama test skitar 30-60 menit. Mekanismenya, tangan kanan dan kiri di olesi semacam cairan yang jumlahnya 35 jenis. Cairan yang mewakili seperti teh, kopi, ikan, dan lain sebagainya. Setelah diolesi, kemudian di tusuk ringan kulitnya dengan jarum suntik. Ditunggu 15 menit kemudian, jika terjadi efek bentol dengan besar 0.2 mm maka itu indikasi alergen. (Masa 0.2 mm bisa dilihat dengan mata biasa, meskipun enggak terima, tapi ngikut aja sama dokternya. Itupun mengukurnya pake penggaris sekolah -_-! ). Alhamdulillah secara tes tidak ada alergen apapun. Cuma, ada kemungkinan pengalaman harian bisa jadi acuan jenis alergen. Maksudnya, ketika tes tidak muncul, tapi bisa jadi muncul ketika makan ikan.

Sebenarnya 200 ribu itu, dah termasuk test skin prick dan test scratch/patch. Tapi saya gak mau tuk scratch/patch, karena ditempel di punggung, tidak boleh kena air alias gak mandi sempurna, lamanya juga tiga hari baru bisa dibaca hasilnya. Gak apa2 200 ribu cuma dapet prick test.

Pulang dengan rasa senang, tidak ada alergen. Cuma eksim aja, bisa dikondisikan dengan syarat dan ketentuan berlaku😛. Eh… gak langsung pulang ding, tapi mampir dulu RS Mata Cicendo. Tes Mataaaaa…!!!

Ada satu hal lagi, anjuran yang sama dari dokter umum di kampung halaman dan dokter spesialis kulit “Mas, cepet nikah aja ya!!”.

#GUBRAK….

Tangan dicoret-coret, diolesi, ditusuk proses prick skin test

Tangan dicoret-coret, diolesi, ditusuk proses prick skin test

7 thoughts on “Alergi Skin Test

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s