Perkataanmu itu adalah ujianmu

Setiap perkataan tidak akan bisa didaurulang atau diedit. Setiap perkataan tidak bisa ditarik kembali, sekali terucap itu yang akan menancap. Tidak hanya perkataan secara verbal, tapi di sosial mediapun itu juga perkataan dalam bentuk tulisan. Hukum itu juga berlaku pada saya pribadi.

Singkat cerita saya mungkin pernah atau sering koar-koar anti XYZ. Ternyata Allah SWT mendatangkan ujian tersebut berupa XYZ. Mungkin perkataan saya terlalu keras, kaku, merasa sudah benar. Sebagai analogi, saya sangat tidak suka dengan ghosob sandal. Koar-koar dengan keras, bahwa ghosob sandal itu HARAM. Mungkin disertai dengan hati yang pongah, eh.. ternyata tergoda juga untuk ghosob sandal.

Kalo ini bukan analogi, tapi memang terjadi betulan. Sering menasehati teman untuk belajar sungguh-sungguh. Kesana kemari berkata agar tmn2, mencari ilmu setinggi-tinginya. Secara nasehat mungkin bernar, tapi hati ini ternodai dengan kesombongan. Akhirnya, saya dapat ujian dalam bentuk kemalasan belajar.

Nastaghfirullah. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf.

Untuk kedepannya harus berhati-hati dalam berkata, baik verbal atau digital.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s