Istri Yang Baik

Bismillah

Ketika kamu bertanya “Bagaimana menjadi istri yang baik?”, aku pun memutar otak, menggali arsip ingatan, menelaah berbagai hal. Banyak hal terlintas, istri yang baik itu adalah yang pandai memasak, taat pada suami, selalu nyaman dipandang mata, tidak banyak permintaan, selalu dandan cantik, pandai melayani suami, gak pernah membantah. Dan banyak hal yang lain.

Ah… aku pikir kembali, itu cuma bunga-bunga dunia, pikiran yang mungkin hasil kontaminasi kisah Cinderella, atau Repunzle dan Flynn Rider. Bisa jadi pikiran yang di dominasi ego laki-laki. Pikiran yang mentok di atas tanah, tidak tembus ke ‘bawah tanah’ bahkan tembus ke padang makhsar.

Dengan segala keterbatasan ilmu, bagiku istri yang baik adalah yang memegang teguh aqidah dan syariat Islam. Sungguh berat beban suami, yang istrinya dengan bebas bermaksiat tidak patuh kepada Allah SWT. Bisa jadi maksiat istri akan menjadi tanggung jawab suami. Aku yakin, dosaku sudah banyak, dan sungguh berat jika ditambah dengan ketidakpatuhan istriku kepada Allah SWT.

Ingatlah bahwa sepandai-pandainya akal dan sebebas-bebasnya jiwa, sesungguhnya keduanya terikat oleh syariat. Bagimu yang berjiwa petualang, yang ingin menjelajahi bumi ini, tetapi hendaklah tetap memegang teguh syariat Islam. Berjalan, berdiri, duduk, tidur, makan, bicara, berpakaian sesuai dengan syariah Islam. Berinteraksi dengan orang tua, guru, dan lawan jenis juga dengan syariah Islam.

Adapun jika kamu pandai memasak, selalu berusaha tampil menawan di depan suami, taat, melayani dengan baik, dan lain sebagainya, semoga itu semua menjadi pintu mardlotillah. Suamimu gak akan bisa membalas, dia hanya makhluk biasa. Sama halnya, sebaik-baik suami, istrinya gak akan bisa membalas kebaikan suami. Menjadikan pasangan sebagai pintu mencari ridlo Allah ‘Azza wa Jalla, dengan tidak mengingkari adanya fitroh-fitroh manusiawi.

Allahu A’lam

Sekarang pertanyaanku, “apakah kamu siap menjadi istri yang berusaha memegang teguh aqidah dan syariah Islam?”.

dari ‘seseorang yang masih jatuh bangun memegang aqidah dan syariat Islam’.

nb: ‘Yang satu guru, satu ilmu, jangan mengganggu. Yang satu guru, satu ilmu mari saling membantu. Memang saya tulis di ranah public, ada pertimbangan lain jika ditulis di ranah private’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s