Ini dia pesantren yang dikelola secara tidak profesional

Istilahnya sudah pernah “mengotori” papan tulis di dua pesantren. Yaitu diberi kesempatan ngajar dan berkontribusi (meskipun sedikit) di dua pesantren. Yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan Pondok Pesantren Baitul Hidayah Bandung. Dan ternyata kedua-duanya dikelola secara tidak professional.

Eittss… jangan berfikir macam-macam apalagi negatif cemberut gitu. Apa sebenarnya definisi professional?

Kalau dalam buku Kubik Leadership yang salah satu penulisnya adalah Jamil Azzaini, maka professional berarti seseorang yang mendapatkan bayaran menjalankan profesi tertentu. Sebagai contoh adalah petinju, meskipun dia ahli bertinju maka akan disebut amatir apabila dia tidak mendapat bayaran yang pantas. Dan dia akan disebut profesional jika mendapat bayaran yang pantas sesuai kelas tinjunya.

Secara profesional maka orang akan mengharapkan penghargaan atas usaha yang telah dikeluarkan. Hal ini akan menghalangi prestasi kerja, karena terbatasi oleh jumlah nominal penghargaan.

Begitu pula di pesantren tersebut, tidak istilah profesional. Artinya, bekerja banyak belum tentu mendapat penghargaan yang banyak pula. Yang ada hanyalah, kesejahteraan penghuni pesantren harus terjaga. Sehingga para asatidz berlatih untuk bekerja keras untuk meningkatkan kualitas diri dan prestasi. Dan senada dalam buku, maka jadilah Expert.

Allahu A’lam.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s