Tiga Belas

Hari ini tanggal 13 Juli 2013, dan NIMku adalah xxxxxx13.
Subhanllahi ‘adada kholqihi, alhamdulillah wa syukrulillah. Asholatu wassalamu ‘ala rosulillah.

Sebuah kesyukuran yang luar biasa atas nikmat Allah ‘azza wa jalla, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seberapapun tahmid yang terucap tak akan bisa membalas rizki Allah yang melimpah tak terhitung. Meskipun menghitungnya pake Super Computing ataupun Big Data. hehee..

Sering tidak “pede” mendapat rizki Allah, padahal dosa masih menumpuk banyak sebanyak pasir di bumi. Tulisan kali ini mungkin bisa dianggap sebuah curhat, tapi niatan saya adalah berbagi pengalaman saja. Siapa tau bisa mendatangkan manfaat, belajar dari ‘kesalahan’.

Yup… hari ini Jum’at, sayyidul ayyam. Bertepatan tanggal 13 Juli 2013. Bertepatan pula NIMku xxxxxx13. Ramadhan Pula. Hari yang saya idam-idamkan, masuk dalam planning kehidupan. Hehehe… WISUDA. Setahun yang lalu, tanggal ini saya rencanakan sudah bisa memakai baju TOGA bersama rekan-rekan. Berharap orangtua pun berbahagia. Sudah bisa menentukan langkah kehidupan selanjutnya.

Tapi kenyataannya, proposal Thesispun belum jadi. Sebenarnya strategi studi sudah berjalan dan cocok dengan kemampuan diri. Meskipun mendapat IPK yang ‘minimalis’. Pada langkah terakhir studi yaitu thesis, ada ‘kesalahan’ yang saya lakukan. Yaitu tidak fokus, istiqomah dan disiplin pada ranah keilmuan topik thesis. Sering banyak tergoda dengan yang lain. Godaan untuk belajar di luar ranah thesis.

Beberapa keilmuan pendidikan, sosial, bahkan medis menjadi godaan terbesar. Seharusnya otak difokuskan kepada ranah Software Engineering. Ilmu-ilmu tersebut penting dan sangat bermanfaat, tapi waktunya tidak tepat untuk mempelajarinya. Walhasil, setiap baca paper atau buku SE, menjadi tidak optimal. Dan berefek pada pemahaman yang blur, tidak jelas, molor ke sana ke mari.

Selalu terngiang-ngiang pesan orang tua “Meskipun Promotornya hebat, tapi kalo kandidat Doktornya gak bisa ngimbangi, tetep aja lambat”. Dengan kata lain, porsi besar yang menentukan kelancaran belajar adalah diri sendiri.

Pahit memang mengungkapkan ‘kesalahan’ ini, tapi (sekali lagi) semoga mendatangkan manfaat. Dan galau memang, karena takut menjadi kufur atas nikmat yang melimpah ruah.

اللهم أعني علي ذكرك و شكرك و حسن عبادتك

*Sebenarnya ada seribu pertanyaan tersembunyi dalam sebuah pertanyaan “Kapan Wisuda?”🙂

NOTE: eh.. ternyata saya salah perhitungan, hari ini masih tanggal 12 hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s