Nilai Rapor

Jaman sekolah di pesantren (meskipun saya tidak mondok), saya mendapat nilai akhir Jayyid (lebih detailnya jayyid bagian paling bawah mendekati maqbul). Adapun tingkatan nilai rapor yang tersedia adalah Mardud (ditolak), Maqbul (diterima), Jayyid (baik), Jayyid Jiddan (baik sekali), dan Mumtaz (Istimewa).

Setelah berpetualang ke sana ke mari, kayaknya ada nilai yang lebih membuat saya tentram dan itu yang saya incar. Apa itu? yaitu Mubaarokah (diberkahi). Kenapa pilih ini? karena akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Adapun Mardud sampai Mumtaz, merupakan ikhitar manusiawi dalam evaluasi pencarian ilmu.

Meskipun Mubaarokah adalah istilah yang ‘dibuat-buat’, tapi boleh toh… manusia dhoif ini mengidam-idamkan yang berkah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s