Fiqh Photography

Sudah sering kita membahas fiqh siyasi (politik), fiqh nisa` (wanita), fiqh munakahat (pernikahan), fiqh mu’amalah (sosial), fiqh iqtishod (ekonomi), fiqh jihad, fiqh ibadah dan lain sebagainya. Meskipun banyak hal yang belum kita bahas, tapi tulisan ini akan membahas tentang

الفقه للمصور الفوتوغرافي عند المتطوعيـــــــن

(Fiqh Photography untuk relawan)
Maaf judulnya agak memaksa, karena relawan itu REla dan tidak meLAWAN. Se-memaksa dulu seorang relawan mengadakan acara Kampus Relawan dengan judul “Fiqh Lapangan” (الفقه الميداني) –tolong jangan dibaca fiqh orang Medan–😐

Baik, mari mulai membahas fiqh yang satu ini. Salah satu dasar ‘cletukannya’ adalah:

الأصل في الفوتوغرافي الإباحة إلا ما دل الدليل علي تحريمه

“Asal dari dari photography adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”

sow.. bagi relawan yang suka photography, bongkar-bongkar foto bahkan yang gemar diphoto😐, silahkan berekspresi semaunya. Kecuali jika ada ‘dalil’ yang tidak membolehkannya. Nah dalilnya tidak tertera secara explisit di Al-qur`an dan hadits. Tapi dari orang disekitar kita. Andesten tow brader en sister??

okeh… apa ja nih yang sering jadi ‘dalil’ atas hal-hal yang diharamkan dalam fotography versi relawan?

1. Jangan photo cuma dua manusia yang berlainan jenis.
Photo yang isinya cuma fulan dan fulanah yang bukan suami istri atau mahram, berarti yang ketiganya adalah syaiton (yaitu photographernya wkwkwk). Bukan itu sih, tapi kesannya akan beda, seolah-olah itu adalah couple. Rentan timbul fitnah. Sow… kalo jadi photographer bisa ‘culik’ temen yang lain untuk nambah jadi tiga orang.

2. Usahakan jangan foto single.
Photo yang isinya cuma satu orang, rentan bisa disalah gunakan. Kecuali memang permintaan orang bersangkutan dengan konsekuensi, si photographer tidak akan mempublikasikan ke siapapun.

3. Jangan memberi kesan yang macem-macem
Meskipun sudah menutup aurot lebih dari cukup, tapi photo bisa memberikan ‘kesan’ dan ‘feel‘ yang beda kepada lawan jenis. Contohnya, kalo foto fulan, yang difoto cuma jenggotnya aja, atau telinganya aja, atau cuma giginya aja. Takutnya dikira foto rontgen.😛

4. Jangan memfoto makro pada wajah.
Alias foto yang batasan kening dagu dan kedua pipi saja. Will became not delicious.

5. Jangan memfoto pada jarak kurang dari 20 cm.
Resiko kena tampar =))

6. Dan masih banyak yang lain, yang belum ditemukan.

Sedangkan beberapa hal yang harus diperhatikan:

a. Setelah acara selesai, photographer harus mensensor photo2nya. Kalau ada foto terlarang, bisa didelete langsung, atau dipisahkan untuk keperluan tertentu. Jangan sembarang memberi, kalo ada relawan yang minta.

b. Ikhlaskan sepenuh jiwa dan raga, jika ada relawan yang minta fotonya di delete. kalo bisa dinego silahkan dicrop.

c. PDD harus kuat tangannya biar hasilnya tidak blur, dan harus kuat imannya biar hatinya tidak blur ketika meng-organize foto-foto fulan dan fulanah.

d. Ingatlah, pada pada dasarnya, foto yang sudah terekam di kamera/memory card/flashdrive, tidak terdelete semudah itu. Karena bisa direcovery (dikembalikan lagi) meskipun kita sudah men-deletenya. Sow.. bijaksanalah di depan kamera. Apalagi kamera yang bermerk “Roqib-Atid”.😦

Oke.. gitu aja sekelumit ‘ijtihad’ dari seseorang yang masih belum tau apa-apa. Beberapa hal diatas muncul karena pengalaman kena ‘semprot’ dari para relawan tentang hasil foto dokumentasi saya. Karena ini adalah ‘ijtihad’, berarti mungkin salah dan mungkin benar, masih bisa disanggah oleh siapapun kalo itu memang diperlukan.

1… 2…. 3…. Jepreett

Allahu A’lam.

*note: ulasan ini tidak mewakili lembaga Relawan atau Rumah Zakat. Sebatas pengalaman tidak resmi antar relawan, itupun dijogja, bahkan itupun beberapa tahun yang lalu. Dan juga mengandung gojeg.

Relawan Rumah Zakat sedang bermain dengan anak-anak sekitar Merapi.

Relawan Rumah Zakat sedang bermain dengan anak-anak sekitar Merapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s