“Jabatan” idaman

Dah ada yang baca Menantu Idaman?, hehehe… mungkin ini sedikit terkait dengan tulisan tersebut. Tulisan tentang alumni Gontor. Yup… harum semerbak wangi nama alumni Gontor memang tidak terlepas dari kurikulum disana. Belajar tidak hanya di kelas, tapi juga di masjid, di asrama, di kamarmandi, di tempat sampah, di berbagai tempat berbagai waktu.

“Apa yang kamu rasakan, kamu dengar, kamu lihat adalah pendidikan di Gontor”, nasehat yang sering didengar oleh para santri. Hal ini memotivasi mereka untuk belajar di berbagai lini kehidupan. Kehidupan itu sendiri digerakkan oleh para santri, dengan bimbingan dan pengawasan para pengasuh. Listrik, air, kebersihan, kerapihan, suksesnya acara bahkan keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab santri.

Bisa dibayangkan kalo sebuah pemerintahan negara, tentunya ada presiden ada menteri beserta departemennya. Begitu pula di gontor, ada ketua OPPM (seperti OSIS) yang dibantu oleh berbagai bagian atau departemen. Ada bagian kesehatan, keamanan, pengajaran, dapur, berlin (besih lingkungan) dan masih banyak yang lain. Dan ada pula ada bagian ‘swasta’, tidak dibawah OPPM, tapi langsung dibawah pengawasan para ustadz. ‘Swasta’ tersebut antara lain Adminsitrasi, Makinah (diesel – urusan listrik dan mekanik), Asisten Perpustakaan, Assisten DCC (Darussalam Computer Center).

Nah.. secara pribadi mengidam-idamkan bagian tertentu, apa saja? dan kenapa? cekidot

  • Qismu I’lam (Bagian Penerangan)

Bagian penerangan mempunyai tugas mengumumkan berbagai informasi ke para santri, baik informasi panggilan, perkumpulan dan lain sebagainya. Jelas terlihat ketika setelah sholat maghrib, karena satu staff mengumumkan informasi di hadapan 4000an santri. Tugas lain adalah menjadi MC dan berbagai keperluannya termasuk peralatan audio video ketika ada acara pondok.

Kenapa saya mengidamkan bagian ini? karena tugas-tugas tersebut menuntut para staff nya pandai berbahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Mempunyai kecerdasan verbal, bisa berfikir cepat, mempunyai vokal yang merdu, mental yang kuat di hadapan massa atau ‘tamu pembesar’. Kalo jadi MC tingkat RT butuh mental yang kuat, tapi kalo jadi MC dihadapan Dubes Arab?! tentu butuh mental yang beda. Heheheh…. tentunya bisa ngatur-ngatur orang😛

Sayangnya saya tidak diangkat di bagian ini.

  • Qismu Diyafah (Bagian Tamu)

Bagian ini mempunyai tugas mengatur tamu, baik wali santri atau tamu yang sekedar ingin sillaturrahim ke Gontor. Mungkin orang lain menganggap tugas ini seperti pelayan, karena jika ada tamu bagian ini yang menyediakan makanan, menyiapkan berbagai akomodasi tamu. Terutama tamu VIP.

Saya tertarik dengan bagian ini, karena berlatih sabar melayani orang dengan berbagai karakter. Bisa belajar keramahtamahan dalam pelayanan. Mengetahui bagaimana memuliakan tamu. Kalo tamunya RI 1, tentunya tidak hanya terkait pada ‘layanan’ tapi juga bisa belajar ‘keamanan’ VIP. Heheheh… kalo ada makanan sisa, tentu bisa dikonsumsi oleh staff, itung-itung perbaikan gizi😛

Saya tidak diangkat dibagian ini.

  • Asisten DCC

Baru masuk Y2K, komputer masih barang ‘cerdas’ apalagi di pesantren. Update informasi teknologi, skill yang woooooooowww… tidak setiap orang bisa memperbaiki komputer, ketik 10 jari latin dan arabic. Tampilan kalem dan terlihat cerdas. Hehehehe… staff yang punya tugas menjaga rental komputer, warnet, jasa pengetikan naskah, dan perbaikan komputer.

Karena persepsiku teknologi itu terlihat ‘tsiqoh‘ jelll…, dan bagian ini yang paling ku harapkan. Dan alhamdulillah diangkat di bagian ini, karena ketika ada buka lowongan asisten, dengan sigap aku cepat mendaftar. Meskipun pada waktu itu saya tidak sukses jadi mudabbir (pengurus asrama) yang berakhir dengan penurunan saya dari posisi mudabbir. Dan kemudian diangkat jadi asisten DCC. Hal ini pula yang memepengaruhi saya untuk seterusnya belajar di informatika, apapun kampusnya.

  • Koordinator Pramuka

Lingkungan yang selalu ceria, menyanyi disana sini, punya lingkungan yang kreatif (mungkin ada yang menganggap usil hehehehe). Sering ada kompetisi pramuka, sering keluar pondok bahkan sering ikut jamboree intenasional. Koor. Pramuka tidak dibawah OPPM, tapi satu level dengan OPPM. Sehingga sering terjadi clash antar dua instansi ini. Tapi dengan ada clash malah saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Terlibat di pramuka, ketika kelas 3 di DKK.

Saya tidak diangkat di bagian ini, tapi setelah lulus Gontor ditempatkan sebagai pengawas harian Koor. Pramuka dengan nama MABIKORI (Majelis Pembimbing Koordinator Harian). Isinya asatidz yang sering usil, kalo belum usil, lama-lama ketularan usil koq😛

Karena banyak yang usil itulah, kepemimpinan di sini sangat terlatih.

  • Kopel (Koperasi Pelajar)

Bagian yang paling basah, bagaimana tidak. Ketika bisa menghasilkan profit medekati bahkan melebihi satu milyar. Heheheh.. bukan itu yang membuat saya tertarik. Tapi belajar wirausaha, mengatur staff atau bahkan eyel-eyelan dengan supplier. Tentunya belajar jujur juga. Memang tidak se-real di luar pondok, tapi setidaknya mempunyai gambaran ketika punya usaha.

Saya tidak diangkat bagian ini.

Setelah hampir satu tahun di DCC akhirnya saya dipidahkan ke bagian Kemanan PBS selama satu bulan. Bagian yang paling dibenci para santri, bagian yang sering menghukum. Eh… kalo para alumni pasti tahu karismanya bagian keamanan, tapi saya merusak karisama bagian ini. Tahu kenapa? karena saya ‘daur‘ pake sandal jepit, sering jalan kaki, sepedanya jengky bukan sepeda onta. hahaha.. Setelahnya saya diangkat di Bagian Pengajaran selama 8 bulanan. Hehehehe….

Semoga bermanfaat.

Siap memimpin dan siap dipimpin.

Siap memimpin dan siap dipimpin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s