Menantu idaman adalah alumni Gontor

Siapa yang gak tau Novel dan Film Negeri 5 Menara?! (tapi mungkin ada yang gak tau juga sih). Alhamdulillah saya dah baca novelnya, meskipun pinjam novel seorang teman. Bahkan nonton filemnya bareng penulis Ahmad Fuadi, gratis pula. Okeh… gak papa cerita dikit, Negeri 5 Menara merupakan sebuah cerita yang diadopsi kisah nyata, yaitu santri perantauan yang belajar di Pondok Madani. Adalah Alif dan kawan-kawan berhasil menggapai mimpi mereka dengan ‘mantra’ Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh niscaya akan berhasil). Pondok Madani yang diceritakan tak lain adalah Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Untuk beberapa kalangan, mungkin baru mengenal Gontor dari novel ini. Tapi ada juga yang sudah mengenal para civitas Gontor. Mereka mengenal para alumni Gontor itu pandai bahasa Arab, pinter orasi di depan publik, banyak yang jadi Ustadz, kyai bahkan bisa mendirikan Pesantren. Oh… ya, kalo gak salah lebih dari sekitar 100 pesantren yang didirikan alumni Gontor.

Kalo public figure alumni Gontor bisa dilihat seperti Hidayat Nurwahid Mantan Ketua MPR RI, Din Syamsuddin Pimpinan Muhammadiyah, Hasyim Muzadi mantan Pimpinan NU, dan tentu saja yang fenomenal Abu Bakar Ba’asyir. Yang jelas leading di berbagai kehidupan yang ditekuni alumni Gontor. Sedangkan pada level pemuda,  setiap acara Jambore Pramuka yang diikuti, kontingen Gontor pasti leading dan menonjol. Baik nasional dan internasional, meskipun kontigen Gontor juga terkenal merusak pakem Pramuka Indonesia😛. Alumni gontor banyak juga yang belajar di luar negeri, dari Mesir, Arab, Pakistan, Malaysia sampai dengan Sudan.

Intinya, banyak pihak yang ‘terpesona’ dengan alumni Gontor. Nama harum semerbak di setiap jengkal tanah. Sampai sering terdengar, bahwa banyak orang tua yang mengharuskan dapat menantu alumni Gontor. Ataupun ada juga yang ingin mendapatkan suami atau istri alumni Gontor. Hmmm… gak ada yang salah dari harapan berbagai pihak tersebut. Tapi menurut saya, satu hal yang perlu dicamkan oleh kita bersama, baik alumni atau bukan alumni Gontor. Yaitu pesan para pendiri Gontor “Pesantren itu bukan pesulap, yang bisa merubah anak nakal menjadi anak baik“.

Pesan tersebut tidak spontan keluar dari hati para pendiri, tapi melihat banyaknya masyarakat yang menganggap pesantren adalaha tempat yang spesial. Alumninya pasti jadi ‘superman’ alias punya kelebihan dari alumni sekolah lain. Tapi kenyataannya berbeda, alumni pesantren tidak semuanya baik seperti yang diharapkan. Bila berkaca lebih dalam, keluarga Nabi Nuh pun tergolong orang kafir, meskipun hidup bersama dengan utusan Allah. Abu Thalib paman Rasulullah SAW, belum mendapat hidayah meskipun dekat dengan Muhammad SAW. Dan masih banyak yang bisa dijadikan ibrah.

Nah… sekarang kita sering menganggap pesantren itu sangat spesial, sehingga semua alumninya pun hebat. Mari kita perbaiki prespektif terhadap pesantren dan alumninya sesuai dengan pesan para pendiri Gontor. Sehingga kalaulah ketika mencari menantu/suami/istri tidak hanya karena alumni Gontor, tetapi juga mempertmbangkan karakter individu yang terkait. Ada juga koq alumni Gontor yang jadi preman, ada juga yang mencari nafkah dengan cara yang tidak halal, ada juga yang play boy gonta-ganti pasangan, ada juga yang tidak bisa bertransaksi perdagangan secara jujur. Hehehe… saya bukan mengumbar aib, tapi sekedar share realita yang ada.

Yang penting banyak berdoa agar mendapat pasangan yang sholeh/sholehah, pernikahnnya berkah, dan tetap birrul walidain🙂

Semoga mencerahkan. Allahu A’lam

2 thoughts on “Menantu idaman adalah alumni Gontor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s