Cium Tangan

Hanya sebuah kultur, yapp… cium tangan hanya sebuah kultur. Tapi kultur apa aja yang menjalankan cium tangan?. Hohohoh… sebenarnya tidak banyak, dari cium tangan laki-laki kepada wanita baik pasangan suami istri atau bukan. Kultur ini setahu saya dari kawasan Barat. Kultur cium tangan yang lain adalah penghormatan yang muda kepada yang tua. Ini berada di daerah asia tenggara, terutama kawasan melayu. Sehingga aneh aja, kalo ada laki-laki Indonesia mencium tangan Grand Azhar Mesir. Tapi untung Grand Azharnya begitu bijaksana, sehingga tidak menganggap cium tangan adalah kultusasasi atau juga bid’ah.

Meskipun begitu, ada loh cium tangan karena kultus atau tabaruk (mencari berkah). Banyak ditemukan santri yang mencium tangan ustadznya atau kyainya, bukan karena menghormati, tapi sudah pada level pengkultusan dan mencari berkah dari tangan tersebut. Hohohoho… kalo ini bahaya dunia akhirat brow…

Kalo saya pribadi jarang cium tangan, cuma kepada orang-orang tertentu saja. Bukan karena sombong, tapi lebih condong memberikan hal ‘spesial’ kepada orang tua. Cuma orang tu kandung yang wajib saya cium tangan. Dan hanya beberapa orang yang lebih tua saja. Heheheh…. gak apa-apa kalo ketemu kyai sepuh dan saya tidak mencium tangan beliau. Allahu a’lam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s