Memasak dengan bumbu perdjoeangan

Lokasi: Dapur
Waktu: 22.00 sampai 01.00 dini hari, trus lanjut besok hari
Bahan: Paru-paru dan Jantung Sapi
Personel: 1 Orang

Berawal dari daging, jantung, hati, paru, tulang dan limfa sapi, kami satu kontrakan berkreasi dalam kuliner. Sebelumnya telah sukses membuat sop, gulai, dan rendang. Kali ini jatah saya untuk berkreasi dengan jantung dan paru-paru. Berawal dari jam 10.00 malam, didahului dengan pembersihan dan pemotongan kecil-kecil. Dilanjutkan dengan merebusnya di panci berukuran sedang. Jam 01.00 dini hari, mata ngantuk berubah terbelalak, sedih tapi tertawa terbahak-bahak. Gas kompor habis. Hedewh… padahal masih lama masaknya, so acara dipending sampai matahari terbit.

Pagi harinya, muter-muter sekitar kontrakan sampai radius satu kilometer, tidak ditemukan penjualan gas 12.5 kg. tapi akhirnya dapat juga. Okeh… siap lanjut memasak. Setelah beberapa jam dan dibumbuhi bawang merah, bawang putih, daun salam, garam, cabe, tomat, daun salam serta santan, akhirnya masakan pun selesai.

Masakannya bernama Garang Asem. Masakan berkuah yang sering berisi jerohan ini banyak ditemukan di daerah Jawa Timur. Tapi saya sendiri belum pernah menemukan yang isinya paru-paru. Dan setelah dicicipi, wowww… rasanya lezat tak terkira (heheh… pujian subyektif dari yang masak). Wah.. sudah terhidang jam 9 pagi, tmn2 pada kelaparan.

Dan akhirnya…. tidak ada satupun yang mau makan masakan saya. Ada yang gak suka jerohan, ada yang gak suka paru, dan saya sendiripun gak bisa menghabiskan paru-paru yang terlanjur tertuang di piring. Rasanya bisa ditelan, tapi tekstur paru-paru yang mengembang lembut terasa geli dilidah. Haduh… merasa berdosa karena tidak bersyukur dengan rizki yang ada.

Sambil ketawa-ketiwi, saya googling tentang pengolahan paru-paru. Ternyata rata-rata digoreng. Mungkin itu yang mengurangi tekstur lembut sehingga lezat dikunyah.

Baik… kita coba masakan tadi untuk digoreng, bahasa lingkungannya adalah recycling dan bahasa informatikanya adalah refactoring😛

garang asem paru

6 thoughts on “Memasak dengan bumbu perdjoeangan

  1. masyaAllah😀
    kalau di asrama dagingnya dibuat rendang hehe, tapi sekarang masih ada beberapa plastik titipan suhrab abi menuhin kulkas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s