Pasutri

Ber-AC, kursi empuk, space luas, ditambah pemandangan hijau kebun dan pegunungan membentang di kanan kiri. Yup… perjalanan kawasan sumedang. Tapi semua kenyamanan itu hilang setelah negara api menyerang dan seorang ibu muda yang duduk disampingku terdiam meneteskan air mata sambil menggendong bayi kecilnya. Whattt… apa yang terjadi??

Tak lama kemudian disusul pria muda yang naik ke bus dan berbisik mendekati ibu muda tadi. Jlengggg… terdengar percakapan tak kufahami 100%, ngapak tegal terasa kuat. Dari sekian menit ternyata kesimpulannya adalah mereka suami istri yang lagi bertengkar. Istrinya kabur dari rumah, karena gak tahan kelakuan suami yang main tangan dan kondisi ekonomi yang semakin hancur. Ditambah pekerjaan suami yang suka main (judi: sefaham saya).

Kondisi tersebut bertahan lama sampai mendekati kota Cirebon, bisa dibayangkan 3 jam aku mendengar perselisihan suami istri ini. Meskipun tidak dengan intonasi keras, tapi percakapan yang bermakna dalam banget. Sampai-sampai suami tersebut ngomong “Yo wis mati bareng wae lah” (ya udah, mati bersama aja kalo gitu). Wedewhh… sampe segitunya. Istri yang ngambek semakin tersiksa, karena dia mutah beberapa kali disebabkan mabuk kendaraan.

Gak tau gimana proses mereka ketemu mengucapkan akad pernikahan. Apakah langsung das dis dus, gak memikirkan empat faktor yang direkomendasikan oleh Islam. Apakah mereka mempunyai pertimbangan lain tanpa faktor empat tersebut. Karena dari percakapan mereka, sedikit banyak terlihat pemahaman dan pengamalan agama. Dan hasilnya adalah MINIM. Bahkan banyak orang yang faham dan tahu agama tetapi tidak mengamalkannya (serasa melihat wajah sendiri di cermin)😦 .

Zrreettt… berimajinasi kemasa depan, dalam hati pun banyak-banyak berdoa. Semoga keluarga kami selalu dalam keadaan sakinah, mawaddah, rohmah dan tentunya berkah. Meskipun sampai sekarang belum tahu siapa pendampingku kelak. Semoga tenaga fikiran perasaan tidak lagi disibukkan masalah internal keluarga, tetapi sudah bisa dipakai untuk membantu orang lain. Allah u a’lam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s