Beasiswa Menikah

Menikah trus digaji???!!! heheheh… teringat rekaman kajian -gak tau dimana-, diceritakan bahwa para perempuan di Libya mendemo para Ulama di negara tersebut. Mereka mendesak ulama untuk mengencarkan anjuran para pemuda untuk segera menikah. Saya pribadi gak tau asal-usul desakan tersebut. Trus, bagi pengantin baru mendapatkan flat tempat tinggal gratis selama dua tahun. Libya negara yang populasinya sedikit, sekitar 6 juta orang, tapi sering terjadi konflik. So… pasti banyak yang meninggal. Apa gara-gara itu ya… menikah untuk meningkatkan populasi, atau memang ada syndrome pemuda yang takut menikah karena biaya hidup yang mahal??!! Allah u a’lam.

Pasangan Muslim di Paris - gambar dari guardian.co.uk

Pasangan Muslim di Paris – gambar dari guardian.co.uk

Beda cerita lagi di Turki, Perdana Menteri Erdogan menyerukan agar keluarga-keluarga memiliki minimal 3 anak. Bahkan program peningkatan kualitas keluarga juga dilakukan. Harapannya generasi selanjutnya terdidik dari keluarga yang berkualitas. Hal tersebut menjadi kendala juga di Eropa, krisis generasi karena keluarga yang rapuh.

Heheheheh… trus Indonesia bagaimana?! kalo dipikir, Indonesia gak akan kehabisan generasi secara kuantitas. 240 juta booo…., tapi saya yakin bisa kehilangan generasi secara kualitas. Bahasa jawanya ‘leda-lede, dipepe ra garing, di kum ra teles’. Nah ini mungkin jadi perhatian, dari tata krama, karakter, narkoba, wabah ‘aids’, pergaulan bebas, dan lain sebagainya.

Tatanan pembentukan pribadi unggul yang pokok adalah dari keluarga, selanjutnya lingkungan sekitar. Berarti orang tua haruslah berpendidikan. Banyak pemuda-pemudi terjerumus pergaulan bebas, akhirnya karakternya jadi rusak, karena (mungkin) kesulitan untuk menikah dan membina rumah tangga. Terutama masalah nafkah.

Nah… menurut gotak-gatik-gatuk saya, pemerintah atau swasta bisa memberikan beasiswa pendidikan bagi pengantin baru plus lapangan pekerjaan khusus mahasiswa berkeluarga. Hal tersebut bisa mengurangi pergaulan bebas, dan meningkatkan kualitas pendidikan orang tua. Ya namanya aja gotak-gatik-gatuk, asal ceplos, belum mempertimbangkan sana sini.

Ah… jadi bercita-cita punya perusahaan yang menerima karyawan hanya pengantin baru dan mau kuliah.

Allahu A’lam

2 thoughts on “Beasiswa Menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s