Kosmetik dan Bank Syariah

Bismillah…

entah mulai dari mana dan bagaimana caranya, karena ak lagi pengen ngobrol aja tentang (mungkin) masalah sensitif gender. Tapi yang jelas, ada ketidaknyamanan di mata dan di hati ketika melihat beberapa karyawan (beberapa) Bank yang berlebel Syari’ah.

Semua yang ak tulis merupakan opini yang jelas banyak mengandung kesalahan dan ketidakfahaman diri pribadi. Memang saya sangat tertarik apa yang berbau syariah, sampai Tugas Akhir pun menggabungkan IT + Eko Syariah.

Pada suatu hari (setahun dah lewat), disuatu tempat dan bertemu beberapa orang (hayyah.. koq disamarkan semua) belajar Operasional Perbankan Syariah. Muncul salah satu pertanyaan tentang penampilan karyawan yg ‘menjual’ fasilitas Bank Syariah.

“Boleh ndak kalo teller Bank Syariah tidak menggunakan jilbab/hijab ketika melayani mitra (nasabah)???” bla bla bla.. dll banyak pertanyaan yang serupa, akhirnya melebar sampai penggunaan bedak dan lipstik.

Semakin terusik juga, ketika pada suatu waktu jadi (pembantu) panitia sebuah event yang diadakan oleh BI untuk pertemuan para manajer Bank Syariah yang berlevel BPR seJawa dan beberapa perwakilan Sumatera dan Kalimantan. Kebetulan, para panitia diambil dari karyawan beberapa Bank Syariah. Sehingga secara intuisi, mata dan hati membanding-bandingkan karakter karyawan tiap Bank Syariah dengan melihat bagaimana mereka berpakaian. Kalo laki-laki mungkin hampir sama, alias tidak ada yang mencolok. Sedangkan perempuan, ada perbedaan sedikit tapi memberikan kesan yang jauh berbeda. Salah satunya penggunaan kosmetik dan tipe pakaian yang dikenakan.

Dari komparasi pribadi, terkesan ada ‘level’ kesyariahan dalam mu’amalah pribadi mereka. sehingga kalo ak mengambil posisi sebagai mitra (nasabah), seakan ada karyawan yang jika dilihat itu memang terasa nyaman dan ‘teduh’ ada pula yang dengan penggunaan kosmetik malah ‘tidak teduh’ dengan melihat background Syariah. (pada poin ini memang banyak pendapat tentang penggunaan kosmetik) -> tapi tetep aja ‘selera’ nasabah syariah itu bedaa!!!

–memori tersebut tersimpan lama sudah–

Ndilalah, sebelum buka kemaren sore di Masjid X di kota Y ada TalkShow bertemakan Bank Syariah dan dihadiri BI juga. Di area tersebut juga ada 6 stand yang disedian untuk 6 Bank Syariah, mulailah lagi komparasi karyawan antar Bank Syariah. Hmmm… sama-sama Syariah tapi ‘ruh’nya memang beda..!!! memang tidak ada indikator kuantitatifnya, tapi yang namanya kenyamanan itu juga faktor penting dalam bermu’amalah dengan mitra(nasabah).

heheh… sebenarnya aku sendiri tidak bisa memberikan parameter bagaimana berpenampilan yang ‘teduh’ dan ‘tidak teduh’.🙂

Allahu A’lam, Bandung – Agustus 2011

[repost dari Note Kosmetik dan Bank Syariah plus sekelumit diskusinya]

3 thoughts on “Kosmetik dan Bank Syariah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s