Etika Reparasi Komputer

Sejak masa muda sampai sekarang (dan sekarang pun masih muda wkwkwk..), saya sering memperbaiki komputer, leptop dan lain sebagainya. Meskipun saya pribadi tidak terlalu lihai dalam hal tersebut, tapi saudara, guru, sahabat, sahabatnya sahabat, sahabatnya sahabatnya sahabat… mempercayakan kepada saya untuk memperbaiki komputer. Sebenerrnya tidak memperbaiki sih… lawong kalo ada error langsung install ulang. Kalo gak bisa, tinggal kembalikan lagi aja😀.

Untuk operasional perbaikan, kita sebagai teknisi kadang terpaksa bongkar-bongkar folder yang ada di leptop. Awalnya tidak terlalu memperhatikan privasi ‘pasien’, yang penting jadi dan segera dikembalikan ke yang punya. Tapi sekarang lebih care dalam hal privasi. Kalo yang minta dibantu itu adalah laki-laki, saya lebih tenang, karena tidak ada data ‘sensitif’ antar laki-laki.

Pernah juga sampe diundang ke kos temennya temen, yang itu adalah perempuan yang gak aku kenal, minta direcovery beberapa file terdelete di komputernya. Untung kos perempuan tersebut ramai dengan tmn2 ku yang lain, jadi sedikit lebih terjaga dari fitnah. Proses recovery pun berjalan, tapi dia jadi marah-marah, karena file-file privasi dia jadi terlihat. hedewwh… howalah mb, cari teknisi perempuan aja deh!! apa lagi nyimpen foto narsis ‘sandal jepit’.

Dan yang rumit adalah, kalo yang minta tolong adalah perempuan yang sangat menjaga harga dirinya sebagai wanita versi Islam. Laptop harus dibawa ke kos ku. Sehingga harus ada kejelasan diawal, folder mana aja yang boleh diakses. Dan keluhannya apa saja. Selebihnya saya harus menghormati harga diri wanita tersebut, meskipun hanya dengan tidak mengakses file privasi yang pemiliknya gak akan tau jika saya lihat. Kalo kasus seperti ini memang sudah sangat dibutuhkan teknisi perempuan, biar tidak terjadi ‘kebocoran’ file privasi ke lawan jenis.

Jadi menurut saya, teknisi yang beretika adalah tidak mengakses file-file selain yang dibutuhkan untuk perbaikan. File itu termasuk file permanent, temporary, cache, history, log dan lain.

Allahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s