‘Menyerang’

“Dan akhirnya, datang juga berita menakutkan itu; dia menikah! Bukan menikahnya yang salah, namun dengan siapa dia menikah itulah yang mengejutkan. Muslimah pilihannya -atau dia terpaksa memilih- adalah teman sekantor yang jauh dari kriteria ideal. Lebih tua dari sisi usia, wajahnya sangat biasa, dari kalangan sederhana, dan -ini yang paling penting- bukan termasuk yang rajin mengikuti kajian-kajian keislaman. Satu-satunya kelebihan yang dia milki adalah lebih agresif ‘menyerang’ dan memberi perhatian. Masya Allah!

Kabarnya, wanita itulah yang mengejar-ngejar ikhwan kita ini. Memberinya perhatian secara berlebihan, juga -tampaknya- hasrat yang bergelora. Hingga, Ikhwan kita yang polos ini seperti menemukan ‘rasa’ baru yang dahsyat; cinta! Dia mabuk hingga melupakan materi-materi kajian, utamanya tentng fitnah wanita. Dan saya sangat percaya bahwa cinta memang memabukkan” — Dua penggalan paragraf tadi diambil dari buku Amanah Di Pundak Ayah.

Sebuah point penting yang bisa kita ambil bersama, baik oleh laki-laki atau pun perempuan; Seberapa pun kuat iman atau prinsip seseorang, jika ‘diserang’ terus menerus kemungkinan besar akan runtuh juga. Tidak ada jalan selain menghindari serangan tersebut, terlalu banyak effort jika ‘menangkis’ serangan tersebut. Gak masalah ketika kita dianggap orang yang ‘angkuh’ oleh lawan jenis karena kita menghindar. Dan saya juga mengetahui pengalaman serupa terjadi pada beberapa kawan. Allahu a’lam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s