Ketika Sang Guru Marah

[Singkat Cerita] sang guru belum pernah marah, dia pun mengajar dengan sabar. Berusaha menganggap bahwa anak selevel 3 SMA itu sudah dewasa semua. Tapi entah kenapa pada suatu hari sang guru memarahi seorang anak di depan kelas. Anak yang sudah kebal dengan tendangan, tempelengan sandal, pukulan rotan, tapi matanya meleleh ketika sang guru menaikkan intonasi dan itu pertanda ‘marah’. Allahu A’lam kita sendiri tidak tau kenapa anak yang sudah besar dan ‘tahan banting’ ternyata menangis karena gurunya marah.

Mungkin bahasa kita yang (maaf) ‘sok tahu’, mungkin gurunya mengajar dengan keikhlasan, mungkin gurunya penuh dengan kesederhanaan, mungkin marahnya dari hati…. Allah Maha Tahu setiap isi hati manusia baik sang guru ataupun murid. Guru itu menyesal dan (mungkin) tidak pernah marah lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s