Easy Maintenance

Segala sesuatu yang mudah ‘pemeliharaannya’ pasti disukai banyak orang. Contohnya, kendaraaan yang kuat, bagus, mewah, tapi mudah ‘pemeliharaannya’ pasti laku keras. Burung yang cantik, bersuara merdu akan sangat disukai pemiliknya jika membutuhkan ‘pemeliharaan’ yang mudah. Kebalikannya, kalo kita punya kendaraan yang bagus dan kuat, tapi setiap hari harus ke bengkel, ganti oli yang mahal, pake pertamax yang mahal, nyuci kendaraan harus pake air berion (halah… kayak minuman berenergi), harus dipoles dengan kain sutra, yaahhh… pasti pemiliknya yang puyeng… bisa dibilang motornya manja banget.

Analogi ‘kasar’ ini mungkin bisa dibawa ke manusia, (maaf) salah satunya adalah selebritis. Cantik dan Ganteng, suara merdu, bertindak sangant romantis, tapi dibalik itu semua (rata-rata) butuh padicure-manicure berapa jam sekali.. (heheh.. lebay), butuh bedak beberapa kilogram, butuh ke salon 3 kali sehari setelah makan, harus pake kendaraan yang wah. Perutnya gak bisa makan nasi rakyat jelata, air minumnya  khusus untuk darah biru. Gak bisa tidur di karpet biasa, harus di spring bed ketebalan 5 meter. Bernafas harus pake oksigen murni, gak bisa tercampur dengan debu sedikitpun.

Hehehehe…. analoginya memang ekstrim dan didramatisir, tapi satu kesimpulan: ketika jadi manusia yang tidak manja itu lebih baik. Jujur saja saya terpesona dengan seorang yang meskipun tinggi ilmunya, Guru Besar di UNY, elite dan jelata pergaulannya, tapi tetap sederhana kebutuhannya. It’s Easy Maintenance.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s