lebih baik sakit gigi atau sakit hati?!

Masih ingat lagunya Meggy Z “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”??!! memang sama-sama menyakitkan, tapi bagi saya lebih baik tidak sakit😛. Berawal di Idul Adha 1433, yang saya jalani di sebuah sekolah dengan lokasi ketinggian kurang lebih 1020 mdpl, rasa sakit ngilu muncul ketika menikmati lezatnya gulai kambing. Sakit ngilu semakin menjadi-jadi beberapa hari kemudian, bahkan untuk minum air terasa ngilu juga… hedewhh… harus dibawa ke ‘bengkel’ gigi.

Ketemu dokter gigi di klinik kampus, buka mulut, dalam hitungan detik langsung divonis “Operasi mas, gigi dicabut. Jendolan daging dibelakang bisa jadi resiko tumor ganas”. Pikiranku sedikit ngeblank… wah, sampe segitunya gigiku. “Kalo operasi di sini cukup 550 rb, sedangkan di tempat lain ada yang 1.5 juta” kata dokter. Dan kalo kayak gini harus memaksakan diri untuk stay calm dan husnu-dzon.

Pulang ke kontrakan, pikir sana sini, coba periksa ke dokter yang lain yang praktek deket kontrakan. Setelah diperiksa dan gigi dibersihkan, “Giginya berlubang besar dan mati mas, kemungkinan besar dicabut. Tapi harus di rontgen dulu”. Sambil mengintip daftar harga layanan gigi, ternyata harganya hampir sama dengan di klinik kampus, yaitu antara 600 ribu sampai 1,5 juta untuk operasi pencabutan gigi geraham belakang.

Lanjut esok harinya ke lab Pramita, ambil foto di Panoramic Gigi (full 32 gigi difoto semua). Harganya 110 ribu, kalo yang satu gigi aja seharga 45 ribu jika dua foto harga 75 heheheh… tapi jangan banyak foto rontgen gak baek buat tubuh dan dompet😛

[seminggu kemudian]

Datang ke dokter gigi yang dekat kontrakan, dilihatin foto giginya, trus dijelasin bla bla bla… banyak banget, dan itu lebih baik daripada terlalu cepat vonis operasi cabut gigi. Sekalian dapat ilmunya heheheh… setelah itu langsung eksekusi gigi geraham kanan belakang atas. Das dis dus… akhirnya kecabut juga setelah melewatin perjuangan. Sedangkan geraham yang bawah belum dicabut, nunggu minggu depan.

Ngobrol sama orang tua, akhirnya nyuruh untuk ke dokter gigi spesialis bedah mulut. Lumayan terkenal dan senior yaitu dokter Alwi Kasim.

[seminggu kemudian lagi]

Datang ke dokter gigi yang dekat kontrakan, ngobrol dan mengutarakan kalau orang tua pengen saya cabut gigi di spesialis bedah mulut. Dokter ini juga merekomendasikan ke dokter Alwi Kasim, plus memberitahu kira-kira biaya operasinya sekitar 800 rb. Atau kalau gak mau ke sana, bisa ke dokter lain yang seharga 3 juta… (hhhhhhhhhaaaaaahhh…)
.

[sehari kemudian]

Nyari-nyari tempat praktek dokter Alwi Kasim, ketemu tapi koq sepii… waktu juga dah mendekati maghrib. Akhirnya saya pergi ke ATM dan masjid untuk sholat maghrib dulu. Setelah itu kembali ke tempat praktek dengan jalan kaki ihihihihihi…. lumayan muter-muter. Masuk ruang praktek setelah menunggu tidak lebih dari 5 menit, dan saya satu2nya pasien yang antri, alias memang sepi.

Saya utarakan masalah dan kronologi medis sebelumnya. Naek tempat operasi gigi, diperiksa. “Mas, kalo cabut gigi disini mahal. Ke FKG Unpad aja ya??” kata dokter alwi. Wah… fikiran saya jadi kesana kemari, berapa harga mahal tersebut… jangan2 sampe 3 juta. Bisa bangkrut nih. “Berapa dokter biayanya?” saya bertanya. “Kalo disini 600 ribu” jawab dokter. Glenggg… ternyata lebih murah dari prediksi awal. “hhmm… saya pilih disini aja”.

Dengan sigap dokter mengeluarkan berbagai “senjata dan amunisi”, hedewhh… jadi down mental nih. Das dis dus… lebih lama dan sulit dari yang kemaren, akhirnya gigi bisa dicabut, meskipun pecah-pecah. Istirahat sebentar, dokter kasih resep. Pulang ke kontrakan naek angkot, sambil gigit kain kasa. Baru boleh makan setelah 3 jam kemudian heheheh… Alhamdulillah, lancar.

Setelah saya bandingkan pengalaman saya dengan orang lain, ternyata saya masih beruntung, sakit giginya tidak sampe terasa parah menusuk jiwa (halahhh..). Dengan adanya sakit gigi ini, terasa banyak keberkahan (bc:efek positif) bagi diri sendiri, keluarga dan tmn2. Mendapatkan sekelumit ilmu gigi, bisa berbagi pengalaman. Trus biaya termasuk murah juga, bahkan dokter dekat kontrakan tidak mau dibayar setelah cabut gigi atas. Semoga Allah SWT selalu memberi keberkahan dunia akhirat bagi beliau-beliau yang menolong orang sakit.🙂

3 thoughts on “lebih baik sakit gigi atau sakit hati?!

  1. mau nanya mas, alamat tempat praktek dr. alwi kasim itu dimana ya? soalnya saya juga mengalami hal yang sama, gigi geraham saya harus dicabut. terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s