Hidup itu harus egois

Ah… banyak yang bilang “Hidup itu jangan egois”, tapi mesin otakku malah mengatakan yang lain “Hidup itu harus egois”. Weitt… pasti  banyak yang ndak terima, yo sak karepku, namanya juga orang egois. Gini ceritanya: hidup di dunia paling puuuuuuuuuuoool Cuma 100 tahun, trus mati, trus dibangkitkan lagi, trus masuk salah satu area yaitu Surga atau Neraka. Cuma itu memang pilihannya tidak ada yang laen.

Manusia ‘waras’ pasti akan pilih surga, so halalkan segala cara agar masuk surga!!! Ngapain mikirin yang laen [1]
Nah gimana sih teknisnya “Halalkan segala cara yang penting masuk surga”?

  • Apakah kita bisa menjaga Laa ilaaha illa Allah di hati kita sampai mati?[2]
  • Apakah bisa masuk surga jika dihati kita masih ada riya’?[3]
  • Apakah kita masuk surga ketika kita kenyang, sedangkan tetangga kita kelaparan?[4]
  • Apakah kita masuk surga ketika keluarga dan orang tanggungan kita masih bergelimang dosa sedangkan  kita diam saja?[5]
  • Apakah kita masuk surga jika kita masih pelit untuk member nafkah ataupun sedekah?[6]
  • Apakah kita masuk surga ketika sholat masih ‘berstatus palsu’?[6]
  • Apakah kita masuk surga ketika ucapan dan tindakan masih menyakiti orang lain?[7]

Dan masih banyak “Apakah-Apakah” yang laen…
Allahu A’lam
Atas nama egois, saya mohon maaf kepada seluruh saudara, kawan, rekan maupun kenalan atas segala khilaf saya. Jika saya ada hutang, tolong hubungi saya..!!! karena mati itu sangat dekat meskipun misteri.

[1]    Al-Baqarah 48: “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan akan ditolong.”;
[2]    Hadits: “Iman itu lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enampuluh. Yang paling utama adalah perkataan: ’Laa Ilaaha Illa Allah’ dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan dan rasa malu adalah satu cabang dari iman.” (Muttafaqun ‘alaihi)
[3]    Hadits: “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku (Rasulullah-red) takutkan terjadi pada kalian adalah syirik yang kecil. Sahabat bertanya: “apakah syirik yang kecil itu ya Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: ‘Riya’” (HR. Ahmad).
[4]    Hadits: ”Bukanlah seorang mukmin yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangga sebelahnya kelaparan” (HR.  Bukhori dalam Adabul Mufrod).
[5]    At-tahriim 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”;
[6]    Al-ma’un: “(1) Hai orang-orang yang beriman, pelihar1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (2) Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. (4) Maka celakalah orang yang sholat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya (927), (6) yang berbuat riya’ (7) dan enggan (memberikan) bantuan.”;
[7]    Hadits: “Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Muslim)

One thought on “Hidup itu harus egois

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s